Merupakan nikmat
yang luar biasa dan tiada duanya jika suatu manusia mampu bermimpi bertemu
dengan Rasulullah. Mimpi ini tentu menjadi mimpi yang paling diinginkan oleh
seluruh umat islam.
Bagaimana tidak,
bertemu dengan seorang kekasih ALLAH, yang mempunyai riwayat dan sejarah
kehidupan yang luar biasa akan menjadikan iman semakin bertambah, cinta semakin
berbunga dan keistiqomahan lebih terjaga.
Mari kita bahas
bersama, manusia seperti apa yang mampu memimpikan Rasulullah
Bukan Manusia Sembarangan
Rasulullah telah membenarkan tentang umatnya yang bertemu dengan beliau dalam mimpi, karena setan tak mampu menyerupai wajah Rasul mulia tersebut
Tentu bukan manusia sembarangan yang mampu bermimpi seperti ini, mereka merupakan manusia pilihan, yang kuat iman dan selalu hatinya selalu merindukan Rasulullah.
Golongan yang Pertama
Golongan pertama adalah manusia yang dulu hidup dan berjuang bersama
Rasulullah, mereka adalah para sahabat yang dulu senantiasa bersama Rasulullah.
Mereka yang setia tentu tahu dan paham betul bagaimana wajah rasul, perkataan
dan segala perbuatan Rasul.
Iman dan hati mereka
selalu dekat dengan baginda Rasul, sehingga mereka mempunyai kesempatan besar
jika ingin mimpi bertemu Rasulullah.
Golongan yang Kedua
Golongan yang Kedua
Golongan kedua yang mampu bermimpi bertemu Rasulullah
adalah umat muslim yang melakukan keshalehan
lewat mencintai sekaligus mengikuti apa yang menjadi sunnah Rasul.
Golongan ini memang
tergolong kategori yang tidak bisa di berikan terhadap seseorang, baik terhadap
kyai, manusia yang sudah haji ataupun seorang ustad, tidak semudah itu.
Karena keshalehan
dan hati manusia hanya ALLAH yang tahu, walau secara nyata dia mencintai Rasul,
mengikuti cara hidup rasul dan mengikuti apa yang dikatakan rasul.
Cara Membedakan Mimpi
Inilah hal yang sulit dan banyak yang
tertipu dengan mimpi, setidaknya seseorang yang mimpi bertemu rasulullah,
manusia itu akan semakin taat, semakin dewasa dan semakin cinta kepada rasul.
Manusia tersebut mungkin juga tidak akan menceritakan mimpinya
kepada siapapun, karena kemungkinan besar tidak dipercaya dan dianggap
mengada-ada, secara memang manusia terpilihlah yang mampu.
Berbeda dengan orang yang tertipu,
mendapat buaian dan rekayasa syetan seolah-olah mimpi bertemu rasulullah. Manusia
yang seperti ini justru akan bertingkah dan berpikiran berbeda.
Manusia tersebut justru akan
memberitahukan kepada semua orang, ia juga akan merasa mendapat amanah besar,
seperti menjadi penerus nabi atau seolah-olah menunjukkan hal baru yang dianggap
penyelamat, padahal malah itu bertentangan dengan agama.
Banyak manusia di jaman sekarang mengaku seperti itu, bahkan mengaku malaikat jibril, konyolnya mereka bukan manusia yang taat, jauh dari ke shalehan bahkan kadang masih melakukan kemaksiatan, itu sudah jelas merupakan tipuan syetan.
Banyak manusia di jaman sekarang mengaku seperti itu, bahkan mengaku malaikat jibril, konyolnya mereka bukan manusia yang taat, jauh dari ke shalehan bahkan kadang masih melakukan kemaksiatan, itu sudah jelas merupakan tipuan syetan.
Bagi yang merasa umat Rasul, amalkanlah segala keshalehan semata-mata hanya karena Allah, bukan karena ingin bertemu Rasul dalam mimpi.
Jika pun memang
ditakdirkan Allah bisa bertemu Rasul dalam mimpi, maka sesungguhnya itu adalah
hak Allah dan di luar kemampuan kita sebagai hamba yang lemah, hina dan penuh
dosa.
Semoga kita
dipertemukan Rsulullah di JannahNYA.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !