Lazimnya pelatihan, diadakan indoor dan outdoor. Penyajian
materi dilengkapi dengan seperangkat tayangan slide lewat LCD, sekaligus
berbagai games yang dikemas apik. Tujuannya tak lain adalah optimalisasi
seluruh organ tubuh untuk menyerap info.
Pun dengan kader muda-sebutan untuk anak kader-PKS Wonogiri,
Ahad 31 Juli 2016. Dalam rangkaian acara Halal Bi Halal DPD PKS yang dihadiri
ribuan kader dan simpatisan se-Wonogiri ini, merekapun mendapatkan porsi
pelatihan tersendiri. Setiap jenjang usia sejak batita hingga remaja tak luput
dari "proyek akbar" persiapan regenerasi ini.
Jika diamati, beberapa permainan untuk usia batita sampai
dengan SD bernuansakan optimalisasi daya imajinasi dan kreatifitas. Sebutlah
play dough. Permainan membuat berbagai tiruan benda ini melatih otak kanan untuk
bekerja maksimal. Bagaimana membuat bentuk es krim, rumah, sate, buah, dll. Pun
puzzle tikarnya. Sebagian anak menyulapnya menjadi kubus, rumah-rumahan, jalan
setapak di tengah taman, bahkan kursi goyang! Dahsyat, bukan?😅Begitu juga dengan kereta kuda tiruannya. Membuat
mereka membayangkan sedang menjadi seorang sais kereta.
Selain itu, dalam permainan menembak bekas wadah agar-agar,
anak-anak dilatih berkonsentrasi penuh. Fokus. Sekaligus mengenal olahraga yang
mirip dengan panahan ini. Sunnah Rasul-Nya.
Sementara, bakiak tandem mengajarkan tentang pentingnya
kerjasama, kekompakan serta pengaturan strategi kelompok. Ini tidak bisa
dipisahkan dalam proses kepemimpinan. Ego yang berlebihan akan mampu
menghancurleburkan kereta organisasi. Muflis. Bangkrut.
Uji keberanian dan percaya diripun menyeruak saat beberapa
kader muda yang tergabung dalam GK melantunkan parade tahfidzul Qur'an serta
puisi syahdu. Berdiri dan disaksikan ratusan pasang mata membutuhkan mental baja,
karena grogi dan stres berpeluang besar untuk merajalela. Seorang pemimpin yang
peragu, mudah panik dan percaya dirinya rendah akan mudah sekali digoyang oleh
musuh. Bagaimana ia akan mengayomi orang-orang yang dipimpinnya jika mengayomi
dirinya sendiripun tak mampu.
Semua permainan tadi sebenarnya bermuara pada satu hal,
yaitu goal setting. Pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas atas
kepemimpinannya. Mau dibawa ke mana orang-orang yang dipimpinnya. Tak sekedar
dilantik dan memiliki program kerja.
Bermimpi, visioner, dilandasi dengan kesadaran yang tak
bertepi.
Kontributor : Idho Nofrida

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !