PETUAH 08
Oleh : Ust. Musyafa Ahmad Rahim, Lc.
وَلِلْكِبْرِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ عُلُوُّ الْيَدِ وَنُفُوْذُ الْأَمْرِوَقِلَّةُ مُخَالَطَةِ الْأَكْفَاءِ
Kibr memiliki beberapa sebab, di antaranya yang paling kuat adalah:
•Ketinggian tangan (banyak jasa),
•Perintah atau urusan yang terlaksana dan
•Sedikit gaul dengan sebaya
وَلِلْإِعْجَابِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ كَثْرَةُ مَدِيْحِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَإِطْرَاءُ الْمُتَمَلِّقِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِسْتَبْضَعُوْا الْكَذِبَ وَالنِّفَاقَ وَاسْتَصْحَبُوْا الْمَكْرَ وَالْخِدَاعَ، فَإِذَا وَجَدُوْا لِنِفَاقِهِمْ سُوْقًا، وَلِكَذِبِهِمْ تَصْدِيْقًا جَعَلُوْهُ فِيْ ذِمَمِ النَّوْكَى، فَاعْتَاضُوْا بِهِ رُتَبًا، وَعَوَّضُوْا مِنْهُ نُشْبًا، وَحَسَبُوْهُ زَيْنًا فَصَارَ شَيْنًا، وَحُكْمُ الْمَمْدُوْحِ بِكَذْبِ قَوْلِهِمْ عَلَى صِدْقِ عِلْمِهِ، وَجَعَلَ لَهُمْ طَرِيْقًا إِلَى الِاسْتِهْزَاءِ بِهِ
Ujub mempunyai beberapa sebab, diantaranya yang paling kuat adalah:
•Banyaknya pujian dari orang-orang dekat
•Sanjungan berlebihan dari para pencari muka, yang telah memperdagangkan kebohongan dan kemunafikan serta bersahabat dengan makar dan tindakan mengecoh.
Maka, jika mereka mendapati pasar bagi kemunafikannya (jika kemunafikannya laku) dan kebohongannya dibenarkan, maka mereka menjadikannya sebagai jaminan orang-orang bodoh, lalu mereka mem-barter-nya dengan kedudukan-kedudukan, menukarnya dengan harta dan kekayaan, mereka mengira hal itu adalah kebaikan, padahal sebenarnya adalah keburukan, dan hukum orang yang dipuji adalah dengan mendustakan ucapan mereka, hal ini didasarkan pada kebenaran pengetahuan atas diri sendiri, dan menjadikan untuk mereka jalan untuk menghina dengannya.
وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"اُحْثُوْا فِي وُجُوْهِ الْمَدَّاحِيْنَ التُّرَابَ"
karena inilah Rasulullah SAW bersabda: “tebarkanlah debu ke wajah para tukang memuji”.
وَقِيْلَ لِأَنُوْشَرْوَانَ: لِمَ تَتَهَاوَنُوْنَ بِالْمَدْحِ إِذَا مُدِحْتُمْ؟! قَالَ لِأَنَّنَا رَأَيْنَا مَمْدُوْحًا هُوَ بِالذَّمِّ أَحَقُّ
Ditanyakan kepada Anusyarwan (seorang Kisra Persia): Kenapa engkau menganggap remeh pujian saat engkau dipuji?! Ia mejawab: Sebab kami melihat seorang yang dipuji, padahal ia lebih berhak dicela
Ada beberapa hal yang dapat digaris bawahi dari PETUAH_08 ini, diantaranya:
1.Seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, hendaklah mampu men-siyasat-i dirinya dengan siyasat(politik) yang baik, tegas dan disiplin, kalau perlu dengan ta’dib yang “galak” manakala:
a.Ia telah memiliki atau merasa memiliki banyak jasa, telah banyak memberi sumbangan, berpartisipasi dalam berbagai kebaikan.
b.Setiap perintah atau titahnya dilaksanakan oleh orang lain, pembantu, staff, bawahan dan semacamnya.
Sebab dua hal ini dapat mendorong dirinya untuk menjadi takabbur dan tumbuh dalam hatinya rasa al-kibr - na’udzubillah min dzalik –
2.Jika ada kekhawatiran tentang akan tumbuhnya sifat takabbur dan bersemayamnya bibit al-kibr tersebut, hendaklah ia banyak bergaul dan banyak membaca tentang prestasi-prestasi besar para raja, atau pemimpin, atau politisi lain, lalu membandingkannya dengan dirinya, agar dirinya mengetahui bahwa apa yang dimilikinya belumlah seberapa.
3.Juga, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi harus bersikap penuh kewaspadaan dari pujian dan sanjungan, baik pujian atau sanjungan publik, maupun pujian dan sanjungan “orang-orang” dekat, sebab, sanjungan dan pujian itu bisa jadi keluar dari:
a.Para pencari muka (al-mutamalliqun).
b.Orang-orang yang menyimpan makar dan menyembunyikan tipuan (al-khida’).
c.Orang-orang yang ingin mendapatkan materi, harta, dan kedudukan dari pujian dan sanjungannya.
Yang untuk tujuan-tujuan ini, mereka sanggup berbuat nifaq (kemunafikan), berani berkata dusta dan semacamnya.
4.Agar seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi tidak terjebak kepada keinginan para pencari muka dan penjilat ini, maka, hendaknya pujian mereka menjadikan dirinya introspeksi dan mawas diri dengan mengatakan:
a.“Saya lebih tahu tentang diri saya daripada kalian wahai para pencari muka dan penjilat”.
b.“Sebenarnya saya lebih berhak dicela daripada dipuji”.
5.Dibenarkan juga, jika keadaan dan situasinya menuntut, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, membalas pujian mereka itu dengan meremehkan mereka, bahkan sampai ke tingkat menebarkan debu ke muka para penjilat tersebut jika kemaslahatan menuntut demikian, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW.
6.Semua ini mesti dilakukan oleh seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, agar ia tidak terjebak dan terjerumus kepada ‘ujub
7.Kemestian seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi untuk waspada terhadap kemungkinan al-kibr dan ‘ujub ini adalah karena keduanya mempunyai dampak-dampak negatif, baik menurut sudut pandang agama, maupun menurut sudut pandang siyasah atau politik (baca kembali PETUAH_06)
وَلِلْكِبْرِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ عُلُوُّ الْيَدِ وَنُفُوْذُ الْأَمْرِوَقِلَّةُ مُخَالَطَةِ الْأَكْفَاءِ
Kibr memiliki beberapa sebab, di antaranya yang paling kuat adalah:
•Ketinggian tangan (banyak jasa),
•Perintah atau urusan yang terlaksana dan
•Sedikit gaul dengan sebaya
وَلِلْإِعْجَابِ أَسْبَابٌ، فَمِنْ أَقْوَى أَسْبَابِهِ كَثْرَةُ مَدِيْحِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَإِطْرَاءُ الْمُتَمَلِّقِيْنَ اَلَّذِيْنَ اِسْتَبْضَعُوْا الْكَذِبَ وَالنِّفَاقَ وَاسْتَصْحَبُوْا الْمَكْرَ وَالْخِدَاعَ، فَإِذَا وَجَدُوْا لِنِفَاقِهِمْ سُوْقًا، وَلِكَذِبِهِمْ تَصْدِيْقًا جَعَلُوْهُ فِيْ ذِمَمِ النَّوْكَى، فَاعْتَاضُوْا بِهِ رُتَبًا، وَعَوَّضُوْا مِنْهُ نُشْبًا، وَحَسَبُوْهُ زَيْنًا فَصَارَ شَيْنًا، وَحُكْمُ الْمَمْدُوْحِ بِكَذْبِ قَوْلِهِمْ عَلَى صِدْقِ عِلْمِهِ، وَجَعَلَ لَهُمْ طَرِيْقًا إِلَى الِاسْتِهْزَاءِ بِهِ
Ujub mempunyai beberapa sebab, diantaranya yang paling kuat adalah:
•Banyaknya pujian dari orang-orang dekat
•Sanjungan berlebihan dari para pencari muka, yang telah memperdagangkan kebohongan dan kemunafikan serta bersahabat dengan makar dan tindakan mengecoh.
Maka, jika mereka mendapati pasar bagi kemunafikannya (jika kemunafikannya laku) dan kebohongannya dibenarkan, maka mereka menjadikannya sebagai jaminan orang-orang bodoh, lalu mereka mem-barter-nya dengan kedudukan-kedudukan, menukarnya dengan harta dan kekayaan, mereka mengira hal itu adalah kebaikan, padahal sebenarnya adalah keburukan, dan hukum orang yang dipuji adalah dengan mendustakan ucapan mereka, hal ini didasarkan pada kebenaran pengetahuan atas diri sendiri, dan menjadikan untuk mereka jalan untuk menghina dengannya.
وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:"اُحْثُوْا فِي وُجُوْهِ الْمَدَّاحِيْنَ التُّرَابَ"
karena inilah Rasulullah SAW bersabda: “tebarkanlah debu ke wajah para tukang memuji”.
وَقِيْلَ لِأَنُوْشَرْوَانَ: لِمَ تَتَهَاوَنُوْنَ بِالْمَدْحِ إِذَا مُدِحْتُمْ؟! قَالَ لِأَنَّنَا رَأَيْنَا مَمْدُوْحًا هُوَ بِالذَّمِّ أَحَقُّ
Ditanyakan kepada Anusyarwan (seorang Kisra Persia): Kenapa engkau menganggap remeh pujian saat engkau dipuji?! Ia mejawab: Sebab kami melihat seorang yang dipuji, padahal ia lebih berhak dicela
Ada beberapa hal yang dapat digaris bawahi dari PETUAH_08 ini, diantaranya:
1.Seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, hendaklah mampu men-siyasat-i dirinya dengan siyasat(politik) yang baik, tegas dan disiplin, kalau perlu dengan ta’dib yang “galak” manakala:
a.Ia telah memiliki atau merasa memiliki banyak jasa, telah banyak memberi sumbangan, berpartisipasi dalam berbagai kebaikan.
b.Setiap perintah atau titahnya dilaksanakan oleh orang lain, pembantu, staff, bawahan dan semacamnya.
Sebab dua hal ini dapat mendorong dirinya untuk menjadi takabbur dan tumbuh dalam hatinya rasa al-kibr - na’udzubillah min dzalik –
2.Jika ada kekhawatiran tentang akan tumbuhnya sifat takabbur dan bersemayamnya bibit al-kibr tersebut, hendaklah ia banyak bergaul dan banyak membaca tentang prestasi-prestasi besar para raja, atau pemimpin, atau politisi lain, lalu membandingkannya dengan dirinya, agar dirinya mengetahui bahwa apa yang dimilikinya belumlah seberapa.
3.Juga, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi harus bersikap penuh kewaspadaan dari pujian dan sanjungan, baik pujian atau sanjungan publik, maupun pujian dan sanjungan “orang-orang” dekat, sebab, sanjungan dan pujian itu bisa jadi keluar dari:
a.Para pencari muka (al-mutamalliqun).
b.Orang-orang yang menyimpan makar dan menyembunyikan tipuan (al-khida’).
c.Orang-orang yang ingin mendapatkan materi, harta, dan kedudukan dari pujian dan sanjungannya.
Yang untuk tujuan-tujuan ini, mereka sanggup berbuat nifaq (kemunafikan), berani berkata dusta dan semacamnya.
4.Agar seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi tidak terjebak kepada keinginan para pencari muka dan penjilat ini, maka, hendaknya pujian mereka menjadikan dirinya introspeksi dan mawas diri dengan mengatakan:
a.“Saya lebih tahu tentang diri saya daripada kalian wahai para pencari muka dan penjilat”.
b.“Sebenarnya saya lebih berhak dicela daripada dipuji”.
5.Dibenarkan juga, jika keadaan dan situasinya menuntut, seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, membalas pujian mereka itu dengan meremehkan mereka, bahkan sampai ke tingkat menebarkan debu ke muka para penjilat tersebut jika kemaslahatan menuntut demikian, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW.
6.Semua ini mesti dilakukan oleh seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi, agar ia tidak terjebak dan terjerumus kepada ‘ujub
7.Kemestian seorang raja, atau pemimpin, atau pejabat, atau politisi untuk waspada terhadap kemungkinan al-kibr dan ‘ujub ini adalah karena keduanya mempunyai dampak-dampak negatif, baik menurut sudut pandang agama, maupun menurut sudut pandang siyasah atau politik (baca kembali PETUAH_06)
Generasi Muda Profesi DPW PKS Jateng Mengadakan Jaulah
Bidang Generasi Muda Profesi (GM Pro) DPW PKS Jateng
mengumpulkan perwakilan GMPro dari beberapa kabupaten sesolo raya (2/05).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka melakukan sosialisasi hasil Rakornas. Bertempat
di Markas Dakwah DPD PKS Wonogiri, kegiatan ini dihadiri sekitar 14 orang yang
merupakan perwakilan dari Kabupaten : Wonogiri, Boyolali, Klaten, Sukoharjo dan
Sragen.
Acara dimulai dengan pembukaan, tilawah,
kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi hasil Rakornas GM Pro. Musibah Kembali Menimpa Wonogiri
Wonogiri- Setelah diguyur hujan lebat mulai siang hingga magrib beberapa desa di kecamatan Wonogiri Kota dan Selogiri terkena bencana banjir dan longsor
Jalan Lubang di Hargosari Tirtomoyo
Wonogiri(10/5) - Program Jateng Tanpa Lubang yang dicanangkan Gubernur Jawa Tengah kembali menuai tantangan. Pasalnya karena hampir di semua jalanan pedesaan mengalami kerusakan.
Biasanya warga takkan bisa lagi mengandalkan pemerintah. Warga akan memperbaiki jalan itu dengan mandiri. Atau jika ada wakil rakyat yang menyambangi, warga akan mengeluhkan hal tersebut.
Seperti yang dialami Basriyono, anggota DPRD Kabupaten Wonogiri, Ahad 10/5 yang menemui warga Desa Hargosari Kecamatan Tirtomoyo. Keluhan dari warga adalah seputar pemerintah yang begitu lamban memperbaiki infrastruktur jalan.
Warga Hargosari sekitar 30 orang dengan diwakili Satijo mengeluhkan kondisi kondisi jalan yang melalui desanya tersebut, karena jalan itu sangat vital untuk jalur transportasi.
Basri, panggilan akrab Basriyono, mengungkapkan kalau warga sebaiknya bersabar sambil menunggu kebijakan regulasi dari pemerintah.
Selain mengeluhkan tentang kondisi infrastruktur jalan, warga juga mengeluhkan mengenai Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Satijo, perwakilan warga, melihat bahwa program PSKS ini dinilai tidak tepat sasaran. Banyak warga yang seharusnya dapat malah tidak dapat.
Setidaknya dua hal inilah yang menjadi permasalahan di akar masyarakat. Kebijakan pemerintah yang belum bisa menyejahterakan warga. Semoga ini menjadi perhatian pemerintah untuk segera ditangani. (arfs)

Jazuli : Pilkada Wonogiri 2016 adalah Jihad!
Pengalaman
pedih nyaris menang dalam pertarungan pada pilkada 2016 yang dialami
Hamid-Wawan (HW) bukanlah alasan untuk menyerah dan berhenti berjuang. Hal ini dibuktikan oleh para pendukung HW yang
menyelenggarakan Silaturahim Akbar, Minggu pagi 3 Januari 2016 di gedung PGRI
Wonogiri bersama Ust. H. Jazuli Juwaini, Lc. MA. Acara ini diikuti oleh sekitar 500 peserta
yang merupakan kader PKS dan para pendukung HW.
Dalam
sambutannya, Ngadiyono sebagai ketua umum DPD PKS Wonogiri mengungkapkan bahwa
tahun 2016 ini ia akan melakukan penataan struktur pengurus sampai tingkat DPC.
Sedangkan
Jazuli dalam taujihnya menyampaikan pengalaman dirinya yang pernah dua kali nyaris
menang dalam pilkada periode sebelumnya. Ia mengatakan bahwa pengorbanan yang
dilakukan oleh HW dan para pendukungnya dalam pilkada Wonogiri 2016 ini adalah
Jihad. Dalam pertarungan dan perjuangan ada kemenangan dan kekalahan tapi dalam
jihad selalu ada berbagai bentuk variasi kemenangan. “Jangan kecewa dengan
apa yang hilang saat ini, karena Allah memiliki rekayasa yang lebih baik di
masa mendatang” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa ada 3 faktor kemenangan
dalam jihad yaitu Amal Ruhani, Strategi dan Amunisi/Sarana. Mengambil pelajaran
dari perang Badar yang dimenangkan oleh kaum muslimin, padahal saat itu
jumlahnya hanya sekitar 300 pasukan melawan musuh yang jumlahnya 1000 pasukan. Hal
itu karena kondisi ruhiyah kaum muslim jauh lebih baik dan strategi yang
digunakan pun tepat.
Acara
ini diakhiri oleh doa yang dipimpin Jazuli sendiri dan berjalan dengan khidmat.
Rasa haru mengenang perjuangan di hari-hari kemarin dan harapan di masa depan
membuat para peserta menangis tersedu-sedu. Semoga Allah berkenan memberikan
kemenangan di masa mendatang. (rw)
Inilah Golongan Yang Mampu Mimpi Bertemu Rasulullah
Merupakan nikmat
yang luar biasa dan tiada duanya jika suatu manusia mampu bermimpi bertemu
dengan Rasulullah. Mimpi ini tentu menjadi mimpi yang paling diinginkan oleh
seluruh umat islam.
Bagaimana tidak,
bertemu dengan seorang kekasih ALLAH, yang mempunyai riwayat dan sejarah
kehidupan yang luar biasa akan menjadikan iman semakin bertambah, cinta semakin
berbunga dan keistiqomahan lebih terjaga.
Mari kita bahas
bersama, manusia seperti apa yang mampu memimpikan Rasulullah
Bukan Manusia Sembarangan
Rasulullah telah membenarkan tentang umatnya yang bertemu dengan beliau dalam mimpi, karena setan tak mampu menyerupai wajah Rasul mulia tersebut
Tentu bukan manusia sembarangan yang mampu bermimpi seperti ini, mereka merupakan manusia pilihan, yang kuat iman dan selalu hatinya selalu merindukan Rasulullah.
Golongan yang Pertama
Golongan pertama adalah manusia yang dulu hidup dan berjuang bersama
Rasulullah, mereka adalah para sahabat yang dulu senantiasa bersama Rasulullah.
Mereka yang setia tentu tahu dan paham betul bagaimana wajah rasul, perkataan
dan segala perbuatan Rasul.
Iman dan hati mereka
selalu dekat dengan baginda Rasul, sehingga mereka mempunyai kesempatan besar
jika ingin mimpi bertemu Rasulullah.
Golongan yang Kedua
Golongan yang Kedua
Golongan kedua yang mampu bermimpi bertemu Rasulullah
adalah umat muslim yang melakukan keshalehan
lewat mencintai sekaligus mengikuti apa yang menjadi sunnah Rasul.
Golongan ini memang
tergolong kategori yang tidak bisa di berikan terhadap seseorang, baik terhadap
kyai, manusia yang sudah haji ataupun seorang ustad, tidak semudah itu.
Karena keshalehan
dan hati manusia hanya ALLAH yang tahu, walau secara nyata dia mencintai Rasul,
mengikuti cara hidup rasul dan mengikuti apa yang dikatakan rasul.
Cara Membedakan Mimpi
Inilah hal yang sulit dan banyak yang
tertipu dengan mimpi, setidaknya seseorang yang mimpi bertemu rasulullah,
manusia itu akan semakin taat, semakin dewasa dan semakin cinta kepada rasul.
Manusia tersebut mungkin juga tidak akan menceritakan mimpinya
kepada siapapun, karena kemungkinan besar tidak dipercaya dan dianggap
mengada-ada, secara memang manusia terpilihlah yang mampu.
Berbeda dengan orang yang tertipu,
mendapat buaian dan rekayasa syetan seolah-olah mimpi bertemu rasulullah. Manusia
yang seperti ini justru akan bertingkah dan berpikiran berbeda.
Manusia tersebut justru akan
memberitahukan kepada semua orang, ia juga akan merasa mendapat amanah besar,
seperti menjadi penerus nabi atau seolah-olah menunjukkan hal baru yang dianggap
penyelamat, padahal malah itu bertentangan dengan agama.
Banyak manusia di jaman sekarang mengaku seperti itu, bahkan mengaku malaikat jibril, konyolnya mereka bukan manusia yang taat, jauh dari ke shalehan bahkan kadang masih melakukan kemaksiatan, itu sudah jelas merupakan tipuan syetan.
Banyak manusia di jaman sekarang mengaku seperti itu, bahkan mengaku malaikat jibril, konyolnya mereka bukan manusia yang taat, jauh dari ke shalehan bahkan kadang masih melakukan kemaksiatan, itu sudah jelas merupakan tipuan syetan.
Bagi yang merasa umat Rasul, amalkanlah segala keshalehan semata-mata hanya karena Allah, bukan karena ingin bertemu Rasul dalam mimpi.
Jika pun memang
ditakdirkan Allah bisa bertemu Rasul dalam mimpi, maka sesungguhnya itu adalah
hak Allah dan di luar kemampuan kita sebagai hamba yang lemah, hina dan penuh
dosa.
Semoga kita
dipertemukan Rsulullah di JannahNYA.
Iilah 4 Hal yang Akan Ditanyai Di Padang Mashyar
Padang
mashyar merupakan fase yang harus dilalui oleh semua umat manusia setelah mati
dan kiamat tiba. Tidak ada satupun yang tidak melewati fase ini, semua akan
merasakannya.
Di tempat
ini semua akan di beri pertanyaan, pertanyaan ini sesuai dengan nikmat yang
diberikan oleh ALLAH kepada manusia, karena nikmat itulah yang justru banyak
melenakan manusia.
Dalam
sebuah riwayat hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Tidaklah
bergeser kedua kaki seorang hamba (menuju batas shiratul mustaqim) sehingga ia
ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan.
Ilmunya
untuk apa ia amalkan , hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia habiskan dan
badannya untuk apa ia gunakan”(Hadits Shahih Riwayat At Tirmidzi dan Ad Darimi)
Umur
Umur
merupakan waktu yang diberikan manusia agara berbuat kebaikan, saking
pentingnya waktu tersebut, ALLAH selalu mengingatkan dalam alquran, “demi
masa”.
Sehingga
di padang Mahsyar kelak, setiap manusia akan ditanya dipergunakan untuk apa
saja waktu yang dimilikinya ? apakah untuk beribadah, atau untuk melakukan hal
yang sia-sia ?
Untuk itu
setiap muslim wajib mengisi hari-harinya dengan kebaikan, dengan ketaatan jika
hanya dibuat untuk kemaksiatan, sungguh waktu dia untuk menebus kesalahan
sangat sedikit.
Ilmu
Ilmu
merupakan sesuatu yang sangat penting bagi manusia, di padang mashyar akan
ditanya tentang ilmu dan amal mereka, karena keduanya sangat berkaitan. Ilmu
juga yang akan membedakan kualitas seorang hamba.
Sebagaimana
dalam Alquran, Allah SWT berfirman,
“Apakah
sama orang yang tahu (berilmu) dengan yang tidak berilmu?” (QS. Az Zumar:9)
"Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya.
Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta
pertanggung jawabannya". (QS. Al Isra’:36)
Untuk itu
menuntut ilmu sangat wajib bagi seorang muslim, karena jika amalan hanya
didasari ikut-ikutan saja, tanpa adanya ilmu maka akan sangat beda sekali
nilainya, belum lagi kalau amalan itu benar, bisa saja salah.
Harta
Berikutnya
yang ditanyakan di padang mashyar adalah harta, harta ini juga merupakan salah
satu jalan manusia untuk beramal juga jalan untuk bermaksiat.
Dan pada
hakikatnya semua harta yang dimiliki manusia adalah titipan ALLAH swt, jadi
akan dimintai pertanggung jawaban kelak, harta yang digunakan untuk apa saja di
dunia.
Setiap
muslim seharusnya paham betul, bahwa harta hanya titipan dan hanya untuk
kebaikan harta itu digunakan.
Badan
Hal terakhir yang ditanyakan di padang mashyar
adalah badan, badan merupakan media utama sebagai penggerak manusia. ALLAH
menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk, tentu akan diminta kembali dan
diminta pertanggung jawabannya kelak.
Jika badan yang diberikan ALLAH digunakan untuk
kebaikan, tentu ini sesuai dengan apa yang diperintahkan ALLAH, tapi jika tidak
maka akan mendapat hukuman yang setimpal.
Untuk itu para muslim harus paham, bahwa semua yang
kita punya hanyalah titipan bahkan termasuk badan kita sendiri, yang setiap
hari kita menjaga dan merawatnya.
Demikian 4
hal yang ditanyakan dan dipeertanggungkawabkan di padang mashyar, untuk itu
sebelum kita menemuinya sangat baiknya kita segera memperbaiki diri agar nanti
kita nanti mampu bertanggung jawab dengan baik.
Wallahu
‘Alam semoga bermanfaat
Begini Cara Atasi Rambut Rontok dengan Bahan Alami
Modern ini, semua orang ingin terlihat menarik, entah itu pria
maupun wanita. Ya, penampilan fisik, dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tidak
jarang mereka mengeluarkan banyak uang untuk mengupayakan agar mereka terlihat
menarik.
Tidak terkecuali untuk rambut mereka, agar terlihat sehat, cantik,
indah, berkilau, atau bahkan sekedar mengikuti tren. Tapi sayang perawatan dan
styling ini itu kadang justru membuat rambut mereka perlahan-lahan rusak, yang
ditandai dengan rontok, rambut bercabang, kusam, dan berketombe.
Dalam kasusnya yang kebanyakan terjadi adalah rambut rontok. Dan
untuk mengatasinya mereka gunakan produk penyubur rambut yang tidak jelas aman
dan tidaknya. Tapi sebenarnya ada kok obat alami yang bisa mengatasinya. Mau
tahu apa saja? Check this out Guys!
Gentiana
Yups, Gentiana ini merupakan bunga yang memiliki kelopak berwarna
biru keunguan. Gentiana ini dapat mencegah kerontokan rambut. How? Nah, Gentiana ini mencegah
kerontokan rambut dengan cara melancarkan siklus darah yang ada pada kulit
kepala Guys.
Bukan itu saja, tapi Gentiana ini juga nenutrisi rambut dan
mengokohkan akar rambut sehingga rambut ini tidak mudah rontok dan lemah.
Bawang Merah
Eits, jangan heran Guys, bawang merah bukan hanya sebagai bahan
bumbu dapur saja lho, tapi bawang merah juga bisa digunakan untuk mengobati
rambut yang rontok.
Bawang merah mengandung senyawa quercetin, dimana senyawa ini memiliki
banyak kemampuan dalam menutrisi kulit kepala dan melancarkan siklus darah yang
ada di kulit kepala.
Ketumbar
Selain bawang merah, bumbu dapur lain yang dapat mengatasi
kerontokan adalah ketumbar. Yups, ketumbar memiliki zat yang dapat mematikan
bakteri dan parasit rambut. Perlu kamu tahu, rambut rontok bukan hanya karena akar
yang lemah, tapi juga dapat disebabkan oleh serangan bakteri yang melemahkan
folikel rambut. Nah, inilah peran ketumbar dalam mengurangi kerontokan Guys.
Cress
Cress ini merupakan sejenis tanaman hijau yang mengandung zat
isothiocyanate. Zat ini dapat membantu untuk menyuburkan akan rambut dan dapat
mencegah kerontokan. Untuk penggunaannya, anda dapat menggunakan minyak biji
cress atau Ekstra cress yang dikeringkan dan diusapkan ke kepala. Daripada
menggunakan produk yang mengandung zat kimia, lebih baik pakai yang alami saja
bukan?
Lidah Buaya
Yups, kita tahu lidah buaya sangat baik untuk rambut. Lidah buaya
ini dapat memperkuat akar rambut sehingga recommended deh buat melawan
kerontokan. Cukup membalurkan lendirnya ke rambutmu. Mudah bukan?
Nah, itu dia tadi obat alami yang bisa mengurangi kerontokan! Let’s
try Guys!
Wabah Demam Berdarah Tengah Melanda Kecamatan Manyaran
Kejadian tersebut tepatnya terjadi di dusun Pijiharjo, Manyaran.
Data yang kami peroleh berdasarkan penuturan warga, dua belas penduduk dusun
tersebut telah terjangkit penyakit demam berdarah selama beberapa pekan
terakhir di bulan April 2016 ini. Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk
Aedes aegypti tersebut menyebabkan korban-korban harus di rawat selama beberapa
hari di rumah sakit.
Kejadian ini terjadi karena respon yang kurang cekatan dari
pihak-pihak terkait dalam menangani penyakit tersebut, serta kurangnya
kewaspadaan dalam mengantisipasi penyakit yang tergolong sangat diwaspadai ini.
“Harus ada penanganan dan tindakan yg konkret dan terpadu
oleh dinas kesehatan dengan masyarakat Pijiharjo untuk bisa memutus mata rantai
endemik DB.”, begitulah tandas dari Sri Hariyanto. Anggota DPRD Kab. Wonogiri
dari FPKS menanggapi kejadian tersebut.
“Juga di butuhkan peran serta pemerintah desa setempat untuk
ikut memantau dan menginformasikan ke dinas terkait.”,katanya ketika dihubungi
via telpon.
“Dan sangat di sayangkan belum ada tindakan apapun dr dinas
kesehatan. Baik foging maupun tindakan yg lain untuk penanganan kasus ini.”,
tutupnya.
Diharapkan kejadian ini menjadi pelajaran dan peningkatan
kewaspadaan bagi warga Pijiharjo khususnya, dan warga Wonogiri pada umumnya.


